Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Guru Kekinian Didorong Tingkatkan Profesionalitas

Rabu, 27/12/2017 13:56:03

28guru kekinian.jpg


KOMPAS.com - Kehadiran abad ke-21 dan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mesti disikapi dunia pendidikan dengan berbagai terobosan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara khusus menyiapkan para guru pendidikan menengah, agar memiliki kompetensi untuk mendidik siswa yang akan menghadapi tantangan berbeda di masa depan.

Permasalahan yang dihadapi saat ini, guru-guru belum berwawasan abad ke-21 dan belum menjadi guru profesional sesuai tuntutan zaman.

“Kenyataannya, anak-anak didik sudah begitu cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman, mungkin sudah berwawasan abad 21, tetapi guru masih jauh tertinggal,” kata Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah Kemendikbud Sri Renani Peantjastuti, akhir November lalu.

Guru mesti memiliki kemampuan dasar berliterasi. Hal ini, dia melanjutkan, sebenarnya bukan hal baru.

Ia menegaskan literasi bukanlah sekedar membaca. Namun, fondasi dari literasi salah satunya adalah membaca. Guru yang mampu berliterasi merupakan guru yang terus menjadi pembelajar sepanjang umur hidupnya.

“Sekarang, untuk mendapatkan sumber belajar sendiri sangatlah mudah. Sebagian besar guru mempunyai handphone yang terkoneksi internet. Tetapi tinggal cara pemakaiannya saja apakah untuk chatting dengan temannya atau untuk membaca buku-buku,” ujarnya.

 

Jaringan internet di SMK Negeri 1 Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan sehingga siswa terpaksa menggunakan modem secara beramai-ramai.
Jaringan internet di SMK Negeri 1 Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan sehingga siswa terpaksa menggunakan modem secara beramai-ramai.(KOMPAS.com)

 

Ia mengatakan, guru harus membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis, kreatif dan inovatif, komunikatif dan kolaboratif.

“Seorang disebut guru masa kini jika ia telah beperan menjadi katalisator, penghubung, fasilitator, penjaga gawang, dan pengajar,” katanya.

Sebagai katalisator, guru harus mampu mengidentifikasi, menggali, serta mengoptimalkan potensi anak didik. Guru mesti mampu memfasilitasi peserta didik berkembang sesuai minat dan bakatnya.

“Potensi anak didik itu sangat beragam. Siswa yang dikatakan pandai bukan semata bagus nilai akademiknya,” ujarnya.

 

Peserta Festival Permainan Anak Banyuwangi 2016 bersiap melakukan parade dengan berjalan menggunakan egrang bambu. Akhir pekan ini (22/7/2017), Banyuwangi kembali menggelar festival permainan tradisional yang melibatkan lebih dari 5 ribu anak dari 25 kecamatan.
Peserta Festival Permainan Anak Banyuwangi 2016 bersiap melakukan parade dengan berjalan menggunakan egrang bambu. Akhir pekan ini (22/7/2017), Banyuwangi kembali menggelar festival permainan tradisional yang melibatkan lebih dari 5 ribu anak dari 25 kecamatan. (FIRMAN ARIF/KOMPAS.com)

 

Selanjutnya, guru harus berperan menghubungkan siswa dengan sumber-sumber belajar yang beragam, di dalam maupun di luar kelas.

“Jadi jangan hanya mengajarkan materi di dalam kelas terus, akan menjenuhkan bagi anak-anak,” kata Rena.

Sebagai fasilitator, seorang guru harus mampu menjadikan dirinya sebagai teman diskusi, teman bertukar pikiran dalam proses pembelajaran.

 

Direktur Pembinaan Guru Dikmen Sri Renani Peantjastuti mengajak guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Direktur Pembinaan Guru Dikmen Sri Renani Peantjastuti mengajak guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi(Dok. Humas Ditjen GTK Kemendikbud)

 

Sedangkan, sebagai penjaga gawang, guru harus mampu membantu anak didik dalam menyaring pengaruh negatif. Saat ini perkembangan teknologi informasi sangat pesat yang memungkinkan siswa mudah mengakses berbagai informasi.

“Banyak tayangan yang tidak mendidik, guru harus berperan mengarahkan anak untuk tidak mengakses hal-hal negatif,” tegasnya.

Selain itu, seorang guru masa kini harus berperan sebagai pengajar. “Guru sebagai pengajar, harus mampu menyampaikan materi dengan cara terbaik agar mudah dimengerti dan dipahami siswanya,” katanya.




http://edukasi.kompas.com/read/2017/12/13/07020031/guru-kekinian-didorong-tingkatkan-profesionalitas

Posting oleh Desi Eri K 3 tahun yang lalu - Dibaca 3576 kali

 
Tag : #PSm #MBS #peranguru #gurukekinian #guruprofesional

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Senin, 06/07/2020 08:51:06
Pandemi, Pendidikan, dan Persaingan Privilese

Jakarta -  Pandemi telah mengakar sampai ke semua lini dan memang telah menyeret kita pada dimensi yang berbeda....

Senin, 29/06/2020 07:40:24
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah

Pandemi covid-19 di Indonesia, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menerapkan sistem...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
7 tahun yang lalu - dibaca 73428 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
7 tahun yang lalu - dibaca 55176 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
7 tahun yang lalu - dibaca 82331 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
7 tahun yang lalu - dibaca 61068 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
5 tahun yang lalu - dibaca 59575 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
5 tahun yang lalu - dibaca 68724 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
7 tahun yang lalu - dibaca 59810 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
7 tahun yang lalu - dibaca 44153 kali
Info MBS
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua Penting dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah
Survei Kemendikbud: Peran Orangtua...
2 minggu yang lalu - dibaca 88 kali
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum
Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud...
3 minggu yang lalu - dibaca 128 kali
Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Bukan...
4 minggu yang lalu - dibaca 232 kali
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI Usul Kurikulum Sekolah Era Pandemi Covid-19
New Normal di Dunia Pendidikan : PGRI...
1 bulan yang lalu - dibaca 300 kali
3 Inspirasi Manajemen Berbasis Sekolah...
4 bulan yang lalu - dibaca 828 kali
Mendikbud Tetapkan Empat Pokok...
6 bulan yang lalu - dibaca 1706 kali
PPDB 2019 SMP Sistem Zonasi, Nilai USBN...
1 tahun yang lalu - dibaca 5515 kali
Penghapusan Ujian Nasional Tak Otomatis...
1 tahun yang lalu - dibaca 5976 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.54 Mb - Loading : 7.18594 seconds