Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Menggodok SMK, Mengejar Ketertinggalan SDM Berbasis TIK

Selasa, 07/02/2017 07:55:03

23SMK.jpg


Ads by Kiosked
 
 

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK), Ir Dedi Yudiant, mengatakan bahwa minimnya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten di bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) menyebabkan Indonesia belum mampu bersaing dengan negara maju lainnya di dunia.

Dedi melihat visi ekonomi digital yang digaungkan Presiden RI Joko Widodo harus bersinergi dengan visi lain Presiden terkait penyiapan tenaga terampil, yaitu melalui jalur pendidikan vokasi. Sejak awal menjabat, Presiden meminta pendidikan vokasi makin dikedepankan, termasuk menyatakan bakal lebih dibutuhkannya lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) ketimbang sekolah umum.

"Tenaga-tenaga terampil di bidang teknologi informasi dan komunikasi ini harus dipasok sebanyak-banyaknya. Cara paling cepat dan masif, ya lewat SMK," ujar Dedi pada diskusi “Pemetaan Kebutuhan dan Penyiapan SDM TIK 2017” di Kantor Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Sayangnya, dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) 2015 lalu, ‎angka pengangguran di Indonesia meningkat 300 ribu orang selama setahun dari Februari 2014 sampai Februari 2015. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) didominasi penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMK) sebesar 9,05 persen, lalu disusul pada jenjang Sekolah Menengah Atas 8,17 persen, dan Diploma I/II/III sebesar 7,49 persen.

Adapun TPT terendah ada pada penduduk berpendidikan SD ke bawah dengan prosentase 3,61 persen di periode Februari 2015 lalu. Tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK itulah yang menjadi kekhawatiran Dedi.

"SMK itu memberikan banyak SDM, tapi sekaligus juga menyumbang pengangguran terbanyak. Bagi praktisi TIK ini tantangan sekaligus potensi ke depan. Kita punya SDM, tinggal memolesnya dengan pelatihan-pelatihan yang tepat dan didukung kurikulum yang dibutuhkan industri," kata Dedi.

Dihadiri para praktisi TIK dan perwakilan industri, diskusi tersebut dilaksanakan KPTIK bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI melalui Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi.

Kepala Direktorat Bina Lembaga dan Sarana Pelatihan Kerja (Lemsarlatker) - Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI, Dudung Heryadi, mengatakan bahwa sasaran kegiatan ini adalah mendapatkan masukan dari pihak industri dalam memetakan peta kebutuhan kompetensi tenaga kerja dan menyiapkan pasokan tenaga kerja siap pakai di bidang TIK di Jabodetabek khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Kegiatan itu dilanjutkan dengan pelaksanaan penyelenggaran pelatihan SDM berbasis kompetensi TIK. Dudung berharap kegiatan ini juga akan memperluas jejaring industri di bidang TIK mulai dari rekrutmen, pelatihan kerja dan penempatan kerja.

Dudung menjelaskan bahwa kemitraan KPTIK dan BBPLK tersebut sangat strategis, apalagi partner utamanya adalah perusahaan atau industri. Dia menambahkan, bahwa sesuai UU No 13 tahun 2003 tanggung jawab masalah ketenagakerjaan dan pengangguran bukan saja tanggung jawab pemerintah, tapi juga semua unsur.

"Untuk itu kemitraan ini sangat menguntungkan, baik untuk BBPLK sebagai perwakilan pemerintah maupun perusahaan. Karena perusahaan bisa mendapatkan banyak SDM siap pakai. Ada 17 BBPLK di seluruh Indonesia dan mudah-mudahan kegiatan semacam ini tak cuma di Bekasi saja, tapi di seluruh Indonesia," ujar Dudung.

Sementara itu, Kepala BBPLK Bekasi Edi Susanto menambahkan bahwa program pemetaan yang dilakukan bersama-sama antara BBPLK, KPTIK dan industri akan bisa digunakan sesuai kebutuhan banyak pihak, bukan hanya tenaga kerja tapi juga pihak industri berbasis TIK.

Berdasarkan catatan Edi, tahun lalu BBPLK Bekasi sudah menggelar pelatihan hingga 3.200 peserta. Tahun ini pihaknya menargetkan 6000 peserta.

"Kami siapkan program yang fokus pada dua kejuruan, yaitu teknika dan elektronika. Tahun ini kami menargetkan bisa mencapai 6.000 peserta," ujar Edi.

Edi mengaku memberikan apresiasi kepada para praktisi KPTIK. Saat ini hampir 90 persen anggota asosiasi TIK sudah masuk ke dalam KPTIK. Didirikan pada akhir 2015 lalu, KPTIK menjadi organisasi nonprofit untuk menyelaraskan pendidikan terkait TIK dengan industri yang membutuhkan SDM TIK.

Saat ini KPTIK beranggotakan asosiasi industri dan lembaga sosial masyarakat di bidang TIK seperti Aenaki, AOSI, APJII, Apkomindo, APMI, Aspiluki, ATSI, FTII, Genta Foundation, Klik Indonesia, LSP Komputer, LSP Open Source, LSP Telematika, Meruvian Foundation, dan Onno Center, APOI, IDEA, ADEI, dan lainnya.

sumber :
http://edukasi.kompas.com/read/2017/02/01/22423281/menggodok.smk.mengejar.ketertinggalan.sdm.berbasis.tik

Posting oleh Desi Eri K 1 tahun yang lalu - Dibaca 3728 kali

 
Tag : #PSM #MBS #peranSMK #PeranSDMpendidikan

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 14/04/2018 22:36:11
MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS PONDOK PESANTREN

MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS PONDOK PESANTREN Arini Amalia Abstract Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan...

Selasa, 27/03/2018 10:49:57
MANAJEMEN PROGRAM SCHOOL GARDEN GUNA MEWUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen program School Garden, antara lain: latar...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
4 tahun yang lalu - dibaca 54351 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
4 tahun yang lalu - dibaca 41101 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
4 tahun yang lalu - dibaca 60226 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
4 tahun yang lalu - dibaca 44750 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
2 tahun yang lalu - dibaca 40233 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
2 tahun yang lalu - dibaca 49255 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
4 tahun yang lalu - dibaca 44232 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
4 tahun yang lalu - dibaca 29676 kali
Info MBS
"Bersiaplah... Pendaftaran SNMPTN...
2 bulan yang lalu - dibaca 65 kali
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
2 bulan yang lalu - dibaca 217 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
3 bulan yang lalu - dibaca 351 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
3 bulan yang lalu - dibaca 427 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
4 bulan yang lalu - dibaca 540 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
4 bulan yang lalu - dibaca 690 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
5 bulan yang lalu - dibaca 779 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
5 bulan yang lalu - dibaca 1016 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2018 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.55 Mb - Loading : 5.00727 seconds