Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Full Day School Akhirnya Diadakan Lagi dengan Nama PPK

Jum'at, 21/10/2016 10:15:09

24ppk.jpg


Full Day School Akhirnya Diadakan Lagi dengan Nama PPK

 
By | October 18, 2016
 

Full Day School Akhirnya Diadakan Lagi dengan Nama PPKDalam setiap bidang tentu ada sebuah perubahan sebagai syarat perkembangan yang mengikuti era baru dalam dunia. Entah itu sebuah perubahan yang besar atau pun kecil intinya perubahan itu adalah sebuah bentuk kemajuan yang diciptakan oleh setiap lembaga organisasi yang berdiri.

Kali ini postingan saya merekrut pembahasan dalam sebuah lembaga organisasi sekolah, dalam bidang pendidikan. Tentu yang di bahas adalah sebuah wacana perkembangan, yang kali ini sedang menjadi berita terhangat untuk anda.

Langsung saja kita simak pembahasaan kali ini dengan topik berita yang sedang menjadi berita terkini yaitu, Mendikbud mengganti istilah full day school dengan PPK.

Kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud), telah merencanakan dan akan melakukan uji coba Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) pada bulan ini.

Sudah ada sedikitnya 50 sekolah yang akan dijadikan sebagai sasaran uji coba pada tahap pertama.

Sedangkan pada tahap kedua, yang akan diberlakukan pula untuk tahun ini kemendikbud akan menyasar sebanyak 500 sekolah.

Gagasan PPK itu bisa dianggap sebagai bentuk lain dari implementasi full day school. Hal ini dilontarkan oleh mendikbud Muhadjir Effendi sebagai perbincangan hangat.

Ujarnya, siswa lebih lama di sekolah dengan tambahan materi pelajaran untuk penguatan karakter anak. Bentuknya berupa tambahan pelajarannya seperti pengenalan budaya dan agama.

Beliau juga menuturkan tidak ingin menggunakan lagi istilah full day school dan beliau lebih memilih menggunakan istilak PPK (Pendidikan Penguatan Karakter).

Menurut pemerintah (Mendikbud) terkait dengan kebijakan penguatan pendidikan karakter juga merupakan upaya revitalisasi manajemen berbasis sekolah.

Menurut beliau “PPK lebih memperhatikan harmoni olah hati (etika), olah rasa (estetika), olah raga (kinestetik) dan olah pikir (literasi baca, tulis, hitung)”. Beliau juga  menjelaskan harmonisasi tersebut diimplementasikan dalam keterpaduan antara intra-kurikuler, ko-kurikuler, ekstrakurikuler dan non-kurikuler untuk mewujudkan bentuk/karakter yang baik bagi siswa.

“Nilai-nilai utama karakter yang dapat ditumbuhkan adalah nasionalisme, religius, mandiri, gotong royong, dan integritas pada anak. Serta dapat juga disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan lokal atau daerah masing-masing,”

”Karakter itu penting, jika anak memiliki karakter yang kuat, memiliki fondasi yang kuat, maka di atasnya bila dibangung apapun hasilnya akan baik”. Seperti itulah yang dikatakan beliau saat melakukan peninjauan di Jayapura, jumat(7/10/16)

Menurutnya, konsep ini sudah berada dalam tahap mengidentifikasi daerah dan sekolah yang akan menjadi calan untuk dijadikan pilot project. Seperti yang telah diterangkan, Kemdikbud telah memilih sebanyak 50 sekolah untuk tahap pertama dan sebanyak 500 sekolah pada tahap kedua yang akan direalisasikan pada tahun ini.

Beliau mengatakan “Program ini harapannya dapat memberikan penguatan karakter siswa dalam mewujudkan generasi emas untuk tahun 2045 melalui pembelajaran terpadu di dalam dan di luar sekolah dengan kolaborasi sumber-sumber belajar di luar sekolah”.

Sekadar untuk diketahui ujar beliau saat melakukan peninjauan di Jayapura mengatakan “hal ini merupakan wujud penegasan bahwa pelaksanaan PPK didukung dan dilaksanakan dengan sebaran yang menyeluruh, dari Provinsi Aceh hingga ke Provinsi Papua yang berjumlah 50 sekolah di 22 provinsi, yang akan disusul pada bulan November sebanyak 500 sekolah di 34 provinsi.

Implementasi PPK dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur, budaya, serta keberagaman penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah nusantara. Termasuk sekolah negeri maupun swasta di wilayah perkotaan maupun pedesaan, bahkan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

 
sumber: (http://sekolahdasar.id/full-day-school-akhirnya-diadakan-lagi-dengan-nama-ppk/)

Posting oleh Desi Eri K 1 tahun yang lalu - Dibaca 6110 kali

 
Tag : #MBS #PSM #PPK #pendidikanpenguatankarakter #fulldayschool

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Kamis, 11/01/2018 10:18:27
Pendidikan Tinggi Harus Tekankan Pengembangan Keterampilan Anak Didik

JAKARTA, KOMPAS.com - Program akademik di perguruan tinggi yang menanamkan kultur akademik internasional sudah...

Jum'at, 05/01/2018 22:21:35
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen

KOMPAS.com – Festy Fidia Siswanto prihatin dengan cara pengemasan kopi luwak di sebuah tempat di Ciwidey, Bandung...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
4 tahun yang lalu - dibaca 49863 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
4 tahun yang lalu - dibaca 38412 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
4 tahun yang lalu - dibaca 54510 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
4 tahun yang lalu - dibaca 41414 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
2 tahun yang lalu - dibaca 36150 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
2 tahun yang lalu - dibaca 43730 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
4 tahun yang lalu - dibaca 39356 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
4 tahun yang lalu - dibaca 26751 kali
Info MBS
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
2 minggu yang lalu - dibaca 92 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
4 minggu yang lalu - dibaca 225 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
2 bulan yang lalu - dibaca 341 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
2 bulan yang lalu - dibaca 480 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
2 bulan yang lalu - dibaca 528 kali
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
3 bulan yang lalu - dibaca 572 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
3 bulan yang lalu - dibaca 769 kali
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak Perbatasan
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak...
4 bulan yang lalu - dibaca 808 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2018 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.58 Mb - Loading : 3.19379 seconds