Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

MI Islamiyah Alwathaniyah Pilih Pertahankan ABK "daripada" Siswa Reguler

Kamis, 14/07/2016 09:10:27

47MI Jombang.jpg


MI Islamiyah Alwathaniyah Pilih Pertahankan ABK

Adelia Permata Agustin, siswa ABK lambat belajar juara 3 dalam lomba story telling yang diselenggarakan madrasah pada acara Milad ke 70 untuk memupuk dan meningkatkan keberanian siswa.


RADARINDONESIANEWS.COM, JOMBANG, JAWA TIMUR
– MI Islamiyah Alwathaniyah, merupakan satu di antara madrasah mitra USAID PRIORITAS  di Kabupaten Jombang. Madrasah ini memiliki tiga program pembelajaran, yaitu kelas regular, kelas internasional, dan kelas inklusif. Madrasah juga menyediakan seorang native speaker untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris siswa dan pengajar di kelas internasional.
 
Madrasah ini memiliki 253 siswa, yang 26 siswa di antaranya termasuk dalam kategori ABK. Kekhususan yang dimiliki diantaranya 1 siswa kurang mendengar, 8 siswa hiperaktif, dan 17 siswa lambat belajar.  
 
Abd. Fattah SS, sang kepala madrasah yang masih muda dan energik, pernah belajar tentang pendidikan inklusif selama 6 bulan di Sekolah Madania Parung Bogor yang berada di bawah naungan Universitas Paramadina.
 
Penerapan sistim pendidikan inklusif sudah mulai dari pendaftaran. Siapa pun anak yang mendaftarkan diterima semua selama masih ada tempat. Setiap orang tua yang datang mendaftarkan anaknya akan mengikuti proses wawancara bersama anaknya. Hal ini untuk mengetahui peta kemampuan anak sehingga madrasah dapat menentukan kebijakan dan strategi pembelajaran yang sesuai bagi anak. Dengan demikian diharapkan setiap anak dapat memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya.
 

Guru kelas 1 sedang memberikan bimbingan kepada Dhenok Maia Ardita, siswa ABK yang mengalami keterbatasan pendengaran.
 
Strategi yang diterapkan madrasah ini untuk melayahi pembelajaran siswa ABK antara lain:
  1. Proses pembelajaran di kelas 1 – III dibimbing oleh dua orang guru dengan model team teaching. Seorang guru menyampaikan materi untuk semua siswa dan guru lainnya bertugas mendampingi siswa ABK agar bisa mengikuti proses belajar.
  2. Ada sesi parenting untuk orang tua siswa ABK. Mulai awal masuk madrasah dan 6 bulan berikutnya, orang tua mendapat pendampingan melalui paguyuban kelas. Tujuannya agar terjadi pemahaman yang sama antara pihak madrasah dengan orang tua siswa.
  3. Adanya buku komunikasi yang menjadi media penghubung antara guru dengan orang tua ABK. Guru dan orang tua bisa mengetahui perkembangan ABK, baik di rumah maupun di madrasah. Hal ini untuk mempermudah dalam menentukan tahapan bimbingan selanjutnya.
  4. Madrasah juga menyediakan kelas khusus untuk pelajaran tambahan bagi ABK dan siswa lain yang kesulitan maupun ketinggalan pelajaran.
  5. Ada program pengembangan bakat anak sesuai dengan bakat dan minat setiap siswa.
Ada peristiwa menarik yang membuktikan komitmen kepala madrasah terhadap layanan pembelajaran bagi siswa ABK. Pada saat orang tua mengetahui bahwa madrasah menerima siswa ABK, banyak orang tua yang belum memahami ABK dan pendidikan inklusif, mengancam akan memindahkan anaknya. Namun kepala madrasah lebih memilih mempertahankan ABK.
 
 
Guru memberikan bimbingan pada siswa ABK secara perorangan di luar jam belajar.
Menurut pertimbangannya, siswa yang normal bisa dengan mudah mencari madrasah lain, sedangkan siswa ABK akan mengalami kesulitan mencari madrasah karena tidak setiap madrasah bisa menerima mereka. Seiring waktu dan setelah mengetahui dampak positif program madrasah tersebut, orang tua kini bisa menerimanya.
 
Madrasah juga mengikutsertakan siswa ABK dalam kejuaraan sampai tingkat nasional. Pada saat acara Joyful camp yang diikuti oleh sekolah internasional seluruh Indonesia pada bulan Desember 2015, madrasah ini mendapat 9 tropi dan 2 di antaranya diraih oleh ABK nama Gunawan Syahputra, siswa ABK hiperaktif dan lambat belajar juara 2 dalam lomba matematika kelas V, dan Muhammad Roudlatul Hidayat, siswa ABK keterbatasan penglihatan juara I dalam lomba story telling kelas VI. (Wsa)

sumber: http://www.radarindonesianews.com/2016/07/mi-islamiyah-alwathaniyah-pilih.html

Posting oleh Desi Eri K 2 tahun yang lalu - Dibaca 5349 kali

 
Tag : #SekolahABK #MBS #KebijakanKepalaSekolah #SekolahInklusi #

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 21/07/2018 09:45:43
MANAJEMEN QUALITY ASSURANCE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP SEKOLAH

Abstract Abstract: The aims of the research are to describe: the formulation’s process of the QualityAssurance...

Selasa, 10/07/2018 21:51:26
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
5 tahun yang lalu - dibaca 57607 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
5 tahun yang lalu - dibaca 42868 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
5 tahun yang lalu - dibaca 64074 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
5 tahun yang lalu - dibaca 47139 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
3 tahun yang lalu - dibaca 43020 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
3 tahun yang lalu - dibaca 52091 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
5 tahun yang lalu - dibaca 46689 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
5 tahun yang lalu - dibaca 31636 kali
Info MBS
"Bersiaplah... Pendaftaran SNMPTN...
5 bulan yang lalu - dibaca 291 kali
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah Dunia Pendidikan di Indonesia
Ini Rekomendasi Penting untuk Ubah...
5 bulan yang lalu - dibaca 506 kali
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan Vokasi Butuh Suntikan Beasiswa!
Dongkrak Mutu Tenaga Kerja, Pelatihan...
6 bulan yang lalu - dibaca 675 kali
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
6 bulan yang lalu - dibaca 784 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
6 bulan yang lalu - dibaca 892 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
7 bulan yang lalu - dibaca 1056 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
8 bulan yang lalu - dibaca 1173 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
8 bulan yang lalu - dibaca 1467 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2018 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.49 Mb - Loading : 6.46367 seconds