Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik

Jum'at, 28/08/2015 08:46:40
11leadership 7.jpg
Program kerja sekolah sering dikaikan dengan perencanaan kegiatan, sebab program kerja merupakan serangkaian perencanaan kegiatan.  Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan.
 
Berdasarkan pengertian di atas, program kerja sekolah adalah sekumpulan rencana kerja sekolah  yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan sekolah. Program sekolah tersebut diadakan untuk: mendukung koordinasi antarwarga sekolah; menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antarwarga sekolah; menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan sekolah; mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien dan  efektif.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor   19   Tahun 2007 Tanggal 23 Mei 2007 mengenai  Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah harus membuat visi sekolah, merumuskan, dan menetapkan visi serta mengembangkannya. Cita-cita yang diharapkan dicapai di masa yang akan datang oleh seluruh personil satuan pendidikan. Visi merupakan cita-cita masa depan yang ada dipemikiran para warga sekolah. Visi juga merupakan representasi dari dari keyakinan mengenai bagaimanakah seharusnya pendidikan pada satuan pendidikan di masa depan.

Formula visi yang baik biasanya ditandai dengan kalimat atau kata-kata yang  ringkas, sebaiknya kurang dari sepuluh kata, menarik perhatian dan mudah diingat, memberi inspirasi dan memberikan tantangan bagi prestasi di masa datang, dapat dipercaya dan konsisten dengan nilai strategis serta misi, berfungsi sebagai titik temu dengan stakeholder yang penting, dengan jelas menyatakan esensi seperti apa seharusnya pendidikan di lembaga, dan memungkinkan fleksibelitas dan kreativitas dalam pelaksanaannya.

Selain formula di atas, untuk merumuskan visi terdapat juga kriteria yang dapat digunakan dalam menyusun visi sekolah, yaitu: dapat dibayangkan oleh warga sekolah, memiliki nilai yang memang diinginkan oleh warga sekolah, memungkinkan untuk dicapai, terfokus pada permasalahan utama, berwawasan jangka panjang dan tidak mengabaikan  perkembangan jaman; dan dapat dikomunikasikan, dimengerti, dan dijalankan oleh seluruh warga sekolah.

Keberadaan visi sekolah  yaitu untuk:  (1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah  dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang; (2) mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah  dan segenap pihak yang berkepentingan; (3) dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah  dan pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional; (4) diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah  dengan memperhatikan masukan komite sekolah;  (5) disosialisasikan kepada warga sekolah  dan segenap pihak yang berkepentingan; (6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.

Selain visi di atas, sekolah  juga merumuskan dan menetapkan misi serta mengembangkannya.  Misi dirancang untuk memberikan tuntunan yang kuat dalam pengambilan keputusan manejemen sekolah.Misi merupakan adaptasi ringkas dari sebagian visi yang telah dirumuskan melalui kalimat yang lebih operasional.  Biasanya pernyataan misi lebih komprehensif dan mencakup hal-hal sebagai berikut: konsep lembaga, sifat layanan, alasan keberadaan lembaga, pihak-pihak yang dilayani, dan prinsip dan nilai yang akan menjadi pegangan pada saat menjalankan kegiatan.
Suatu pernyataan misi yang baik merupakan bagian penting untuk dapat membuat, melaksanakan, dan mengevaluasi strategi. Mengembangkan dan mengkomunikasikan pernyataan misi yang baik merupakan salah satu tahapan yang terpenting dalam manajemen pendidikan. Misi yang baik menfokuskan kepada kebutuhan pengguna dan kegunaan dari pada sebuah produk (lulusan). Jika fokus misi terlalu sempit hanya pada produk (lulusan), maka suatu saat sekolah akan mengalami kesulitan manakala lulusan sudah tidak disenangi pengguna.

Kriteria misi yang baik dapat menjawab salah satu atau lebih karakteristik berikut ini: pengguna layanan sekolah. siapakah peserta didik?; lulusan (produk) sekolah. kompetensi apa yang bisa diandalkan?; lapangan kerja setelah lulus sekolah. di mana satuan pendidikan dapat bersaing?;  teknologi dalam sistem persekolahan. teknologi apa yang digunakan?; komitmen terhadap perkembangan dan stabilitas. komitmen apa yang dianut untuk pencapaian tujuan sekolah?; konsep sekolah. apa yang menjadi kekuatan dan keunggulan sekolah?; komitmen terhadap image masyarakat. apa yang menjadi persepsi masyarakat terhadap sekolah?; dan komitmen terhadap pendidik dan tenaga kependidikan. bagaimana perlakuan sekolah terhadap pendidik dan tenaga kependidikan?

Keberadaan misi memiliki fungsi yang penting untuk sekolah untuk sebagai panduan atau pedoman untuk  mencapai tujuannya. Fungai misi sekolah yaitu: memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah  sesuai dengan tujuan pendidikan nasional; merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu; (3) menjadi dasar program pokok sekolah;  menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah; memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah; memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah  yang terlibat; dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah  dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah;disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan; dan ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.

Sesudah menentukan visi dan misi di atas, selanjutnya disusun tujuan sekolah. Tujuan sekolah  merupakan hasil dari usaha sekolah merumuskan dan menetapkan apa yang akan dicapai serta mengembangkannya. Sekolah membuat tujuan dimaksudkan untuk membantu untuk lebih memfokuskan usaha pecapaian visi dan misi, membantu mencegah terjadinya konflik dalam manajemen sekolah, memberikan dasar bagi pengalokasian sumber daya sekolah, menetapkan kerangka tanggungjawab dalam manajemen sekolah, dan sebagai dasar bagi pengembangan tujuan sekolah.

Tujuan sekolah berisi antara lain: (1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan); (2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat; (3) mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah  dan pemerintah; (4) mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah  dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah ; dan (5) disosialisasikan kepada warga sekolah  dan segenap pihak yang berkepentingan.

Untuk melakukan penyusunan visi, misi, dan tujuan sekolah dapat melalui langkah-langah berikut ini: (1) Kepala sekolah membuat tim/panitia penyusunan visi, misi, dan tujuan sekolah; (2) Tim/panitia membuat draf visi, misi, dan tujuan sekolah; (3) Diadakan lokakarya mengenai visi, misi, dan tujuan sekolah , biasanya lokakarya disatukan dengan pembahasan kurikulum; (4) lokakarya melibatkan unsur-unsur dari pengelola sekolah, guru, tenaga kependidikan, alumni, pakar/ahli pendidikan, praktisi pendidikan, dan dinas pendidikan; (5) visi, misi, dan tujuan sekolah dijadikan landasan dalam menyusun program sekolah; (6) hasil lokakarya kemudian dilakukan penyuntingan oleh tim/penitia penyusunan; (7) pencetakan dan penerbitan visi, misi, dan tujuan sekolah; dan (8) pencetakan profil sekolah yang didalamnya memuat visi, misi, dan tujuan sekolah dan disitribusikan kepada warga sekolah.

Setelah sekolah memiliki visi, misi, dan tujuan sekolah, tugas selanjutnya yaitu membuat rencana kerja. Rencana kerja terdiri  dari:  rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan; dan rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah  (RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah.

Ketentuan rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah yaitu:  (1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah  dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Pada sekolah  swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah; dan (2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait.

Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah.  Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah  yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Rencana kerja ini merupakan salah satu alat manajemen pendidikan yang bertujuan membantu sekolah  membuat rencana masa depan. Rencana kerja dapat dilihat sebagai formulasi secara menyeluruh atau peta jalan yang menjelaskan bagaimana usaha-usaha dilakukan sekolah untuk mencapai tujuan melalui penerapan strategi-strategi yang dipilih sekolah.

Komponen dalam rencana kerja sekolah meliputi sumber daya yang berada di dalam manajemen pendidikan. Rencana kerja tahunan tersebut  memuat ketentuan yang jelas mengenai: kurikulum dan kegiatan pembelajaran; kesiswaan; pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya; sarana dan prasarana; keuangan dan pembiayaan; peranserta masyarakat; budaya dan lingkungan sekolah; ; dan  rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.


Posting oleh Teguh Triwiyanto 2 tahun yang lalu - Dibaca 21099 kali

 
Tag : #program kerja sekolah # rkas # cara membuat program kerja sekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Selasa, 12/12/2017 14:31:47
Bukan Cuma Guru, Orangtua Juga Berperan Mendidik Karakter Anak

Pemerintah berupaya serius untuk merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi berbagai elemen dalam...

Kamis, 30/11/2017 13:42:44
Saling Adu Kecepatan Robot

Lebih dari 100 tim robot line follower beradu tangkas kecepatan robot di Gedung Soetardjo Universitas Jember...

7 Pilar MBS
MBS portal
Tujuh Pilar Manajemen Berbasis Sekolah
  Tujuh pilar MBS yaitu kurikulum dan pembelajaran, peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, hubungan sekolah dan masyarakat, dan budaya dan lingkungan sekolah. Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan...
Informasi Terbaru
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Paket Pelatihan 3
Paket Pelatihan 3
4 tahun yang lalu - dibaca 47276 kali
Paket Pelatihan 2
Paket Pelatihan 2
4 tahun yang lalu - dibaca 36755 kali
Paket Pelatihan 1
Paket Pelatihan 1
4 tahun yang lalu - dibaca 51343 kali
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
4 tahun yang lalu - dibaca 39643 kali
MODUL 6 UNIT 3
MODUL 6 UNIT 3
2 tahun yang lalu - dibaca 34205 kali
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
Modul Pelatihan 6: Praktik Yang Baik
2 tahun yang lalu - dibaca 41249 kali
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator Renstra
Panduan Lokakarya Bagi Fasilitator...
4 tahun yang lalu - dibaca 37238 kali
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan Pendidikan
Praktik Yang Baik: Modul Keuangan...
4 tahun yang lalu - dibaca 25419 kali
Info MBS
Saling Adu Kecepatan Robot
3 minggu yang lalu - dibaca 131 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
4 minggu yang lalu - dibaca 220 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
1 bulan yang lalu - dibaca 267 kali
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
2 bulan yang lalu - dibaca 321 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
2 bulan yang lalu - dibaca 496 kali
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak Perbatasan
Sekolah Berasrama Asa bagi Anak...
3 bulan yang lalu - dibaca 535 kali
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik Mengajar Realistik
Program Keahlian Ganda Butuh Praktik...
3 bulan yang lalu - dibaca 674 kali
Permen tentang Penguatan Pendidikan Karakter Disiapkan dalam Sepekan
Permen tentang Penguatan Pendidikan...
3 bulan yang lalu - dibaca 1023 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2017 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.58 Mb - Loading : 2.65952 seconds