Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Berikut Metode Sederhana Tumbuhkan Kemampuan Menulis Siswa

Minggu, 19/11/2016 17:29:28

55cahasi.jpg


WinNetNews.com - Salah seorang guru kelas IV SDN 178 Inpres Bontoa, Maros, Badaria, tahu cara membuat siswanya menjadi terbiasa menulis. Ia menggunakan metode sederhana yang disebut dengan metode Cahasi (Catatan Harian Siswa). Metode ini menurutnya efektif untuk tingkatkan kemampuan siswa menulis. “Tulisan siswa saya saat ini panjang-panjang, lebih kaya kosa kata dan lebih sistematis,” ujarnya.

Untuk menerapkan metode Cahasi ini, bu Badaria terlebih dahulu menjelaskan dan memberi contoh. Siswa bisa menuliskan apa saja mengenai kegiatan hari itu, misalnya mandi, sikat gigi, membantu menyapu rumah, berangkat ke sekolah dan seterusnya.  Tidak perlu aturan ketat, yang penting mengalir saja. “Biarkan mereka menulis secara bebas. Tidak perlu banyak berpikir, yang penting tuangkan saja,” ujar Badria, Jumat, (17/11).

Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa diminta masing-masing membuat judul tersendiri. Judul tersebut menjadi acuan tulisan yang disusun siswa selama satu minggu. Tiap harinya selama satu minggu tersebut, mereka harus menulis kegiatan yang berbeda dari hari sebelumnya. Misalnya kalau kemarin menulis kegiatan mandi sebelum berangkat sekolah, besoknya tentang kegiatan di sekolah, besoknya lagi menceritakan bagaimana membantu mencuci piring dan sebagainya. Setiap selesai satu tulisan di hari itu, tugas dikumpulkan pada sebuah boks di kelas.

Waktu menulisnya terserah siswa, bisa di sekolah, bisa di rumah. Panjang pendeknya juga dibiarkan sesuai keinginan siswa. Namun siswa tidak boleh minta bantuan kepada siapapun untuk menuliskannya. Setelah satu minggu terkumpul, siswa  merangkaikan kalimat-kalimat yang telah ditulisnya selama satu minggu tersebut. Menyusunnya menjadi satu kesatuan tulisan. Kegiatan Ini dilakukan pada saat jam tambahan membaca yang diadakan tiap hari Sabtu.

Untuk memastikan bahwa setiap siswa menulis dengan baik berdasarkan kaidah penulisan,  bu Badaria  mendampingi setiap siswa mengenalkan kata sambung, menghilangkan kata-kata berulang dan sebagainya. “Saya mendampingi satu persatu, dan juga memberi contoh di depan. Namun saya juga menghindari terlalu kritis mengoreksi tulisan siswa, karena dapat menyurutkan semangat dan motivasi siswa dalam menulis,” ujarnya.

Setelah selesai merangkai, siswa diminta menceritakan kembali di hadapan teman-temannya. “Supaya ketrampilan komunikasi siswa dan kepercayaan dirinya juga meningkat,” ujarnya. Tulisan yang terbaik dan presentasi terbaik mendapatkan hadiah dari Badaria.

Pada minggu-minggu berikutnya, isi catatan harian ini bervariasi. Misalnya tentang macam-macam binatang peliharaan. Hari ini bisa menulis tentang kucing, besoknya ayam dan seterusnya. Minggu berikutnya temanya diganti tentang tumbuhan, atau alat-alat masak di rumah. Apa saja yang bisa mereka amati dari dekat dan mudah dituliskan.

Pada awal metode ini diterapkan, siswa cuma mampu menulis pendek-pendek saja bahkan tidak sampai satu halaman, lama kelamaaan setelah beberapa bulan diadakan, tulisannya berkembang dengan baik. “Bahkan dalam beberapa hari saja, kini mereka sudah mampu menulis sampai 3-4 halaman, dengan kosa kata yang lebih bervariasi,” ujar Badaria.

Menurut Halimah, Dosen UIN Alauddin Makassar, inovasi-inovasi cara efektif membuat siswa semenjak dini memiliki ketrampilan menulis adalah hal yang sangat urgen. “Banyak mahasiswa saya, saya dapatkan tidak bisa menulis dan tugasnya hanya hasil kopi paste dari internet. Hal Ini saya yakin karena semenjak sekolah dasar, mereka  tidak dilatih dan dibiasakan menulis secara teratur dan sistematis. Akhirnya tugas-tugas mereka dalam bentuk skripsi, esai dan sebagainya, tulisannya tidak fokus, tidak nyambung dan sering melebar kemana-mana, menyulitkan kami untuk mengoreksinya ,” ujar salah satu fasilitator USAID PRIORITAS ini.           

Menurut Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan, metode ini perlu ditiru oleh pengajar lain. “Praktik ini sederhana tapi efektif. Kegiatan menulis dan menceritakan kembali tulisan ini mampu meningkatkan ketrampilan komunikasi siswa yang amat berguna untuk menunjang masa depannya, “ujarnya.

Posting oleh Desi Eri K 4 tahun yang lalu - Dibaca 9793 kali

 
Tag : #MetodeCahasi #Gurukreatif #MBS

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Jum'at, 22/03/2019 15:16:43
Penghapusan Ujian Nasional Tak Otomatis Tingkatkan Kualitas SDM

JAKARTA - Penghapusan ujian nasional (UN) akan dilakukan Sandiaga Uno jika terpilih memimpin Indonesia lima tahun...

Rabu, 06/03/2019 12:52:00
Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tahun Ini, 3.725 SMA/SMK se-Jatim Bebas Biaya Pendidikan", https://regional.kompas.com/re

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan program untuk menggratiskan...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
7 tahun yang lalu - dibaca 26703 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
7 tahun yang lalu - dibaca 26807 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
7 tahun yang lalu - dibaca 30711 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
6 tahun yang lalu - dibaca 42821 kali
Info MBS
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
7 tahun yang lalu - dibaca 36256 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
7 tahun yang lalu - dibaca 45740 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPA
7 tahun yang lalu - dibaca 51633 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa Inggris
Asyik Belajar dengan PAKEM : Bahasa...
5 tahun yang lalu - dibaca 34172 kali
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik Terbaik Program DBE 2
Panduan Umum Penyelenggaraan Praktik...
7 tahun yang lalu - dibaca 21139 kali
Panduan Kegiatan DBE1 Tingkat Kabupaten...
7 tahun yang lalu - dibaca 19775 kali
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September 2011
Panduan DBE1 Tingkat Sekolah September...
6 tahun yang lalu - dibaca 33209 kali
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi - Pasca Gempa Gedung Sekolah dan Madrasah dengan Partisipasi Masyarakat
Manual Rekonstruksi dan Rehabilitasi -...
7 tahun yang lalu - dibaca 15225 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.58 Mb - Loading : 11.90108 seconds