Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Guru Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Senin, 29/08/2016 08:59:20

Pemimpin adalah orang yang dapat menyelesikan  sesuatu melalui aktivitas orang-orang. Pemimpin dapat mendorong orang bekerja karena dorongan dari dalam dirinya.  Guru sebaiknya memiliki kecakapan memimpin, artinya dapat  mempengaruhi, mengarahkan, membimbing, memotivatasi siswa agar dapat belajar dengan target prestasi tertinggi.  Siswa belajar tanpa merasa diperintah.

Mengajar merupakan serangkaian proses pendidikan untuk membantu siswa lebih memahami dan menguasai sesuatu.  Guru mendorong siswa  terus belajar bagaimana seharusnya belajar yang efektif. Guru meningkatkan kewirausahaan belajar siswa.

Guru dalam kelas berperan sebagai pemimpin. Tugasnya adalah mempengaruhi siswa melalui pengembangan  organization of learning atau pengorganisasian pembelajaran.  Sukses pembelajaran bergantung pada kemampuan guru memimpin dan mengorganisasikan pembelajaran dalam kelas sehingga dapat mewujudkan produk belajar sesuai dengan tujuan.

Mengajar memerlukan dukungan suasana yang kondusif dan proses yang baik  untuk mengembangkan pengalaman siswa sehingga menjadi pengalaman yang produktif dalam interaksi sosial yang  efektif. Guru dalam proses ini berfungsi sebagai pemimpin. Suasana belajar memberikan ruang yang luas untuk berkreasi karena hati dan pikiran siswa yang terbuka. Pembelajaran yang efektif memerlukan dukungan yang baik dari berbagai komponen, di antaranya :

  1. Kesiapan psikologis siswa atau grup untuk belajar pembelajar
  2. Suasana lingkungan yang mendukung siswa beraktivitas.
  3. Fasilitas, tempat dan waktu pertemuan yang jelas, buku dan bahan materi lain untuk pembelajaran
  4. Prosedur yang rapi dan dipahami bersama (rutin dan terjadwal, atau bervariasi) yang menunjang kegiatan presentasi, diskusi dan evaluasi.
  5. Pentahapan yang jelas sehingga guru dan juga siswa mengetahui bagaimana pembelajaran akan berlangsung dan apa target yang mereka hendak capai.
  6. Seluruh bagian sumber daya diintegrasikan untuk mendukung pencapaian yang optimal,  pemeran pengatur di sini adalah guru.

Mengajar adalah mengorganisasikan orang-orang agar mengerahkan pikiran, perhatian, dan usaha sehingga mencapai tujuan yang diharapkan. Mengajar adalah kegiatan pengorganisasian. Hal tersebut menegaskan pentingnya peran seorang guru yang tidak dapat digantikan dalam fungsi organisator. Tugas seorang organisator adalah menggerakan kelompok dan individu berperan efektif mengembangkan potensi dirinya dalam mencapai tujuan bersama. Pemimpin  yang efektif menyebabkan orang-orang mengembangkan potensi individunya dalam kerja sama kelompok.

Dalam hal ini peranan utama guru sebagai organisator pembelajaran memiliki karakter sebagai berikut :

  1. Organisator yang baik bukanlah seorang otokrat. Guru tidak membuat semua keputusan atau mencoba mengarahkan setiap siswa  secara detail mengenai apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukan dan kapan melakukan sesuatu. Jangan mengajari siswa memotong kayu, namun mintalah kepada mereka membuat kapal layar yang dapat berlayar di tengah samudra.
  2. Organisator yang baik menunjukkan kematangan kepemimpinan (leadership) yang positif agar dapat berfungsi secara efektif dalam menjelaskan tujuan dan menggerakan siswa mencapai hasil yang telah ditargetkan.
  3. Pemimpin yang efektif memahami masalah atau kesulitan siswa dalam belajar sehingga dapat menentukan formula pemecahan masalah sesuai dengan kebutuhan siswa belajar.
  4. Organisator yang baik membantu kelompok dan individu untuk menemukan, memformulasikan, dan menjelaskan tujuan yang ingin mereka raih. Guru tidak melulu memberitahukan siswa bahwa mereka harus belajar dan melakukan ini itu.
  5. Organisator yang baik mendelegasikan dan mendistribusikan tanggung jawab seluas mungkin. Guru mencoba mengajarkan bagaimana siswa mengatur diri pada urusan mereka secara kolaboratif. Mengembangkan kolaborasi tim membutuhkan  berpengalaman sebagai  organisator yang juga berfungsi sebagai pemimpin dan pengarah. Selagi kelas belajar bagaimana bekerja secara tim, dan masing-masing individu belajar mengendalikan pelajaran mereka, maka fungsi organisator berangsur-angsur lebih ke arah pendamping.
  6. Organisator yang baik mendorong dan menghargai inisiatif. Membiarkan  inisiatif berkembang bebas sepanjang tidak menlenceng dari jalur untuk mencapai tujuan. Inisiatif harus terkait dalam ruang lingkup pencapaian tujuan bersama kelas.
  7. Organisator yang baik lebih mengedepankan membangun kekuatan daripada mengidentifikasi  kelemahan yang ada. Guru sebaiknya berasumsi dan berprinsip bahwa setiap siswa mampu memberikan prestasi dan kontribusi, walaupun prestasi tersebut sangat rendah. Oleh karena itu, pemimpin wajib menghargai kecepatan dan perubahan serendah apa pun.
  8. Organisator yang baik mendorong kritik diri dan evaluasi diri di dalam grup. Sebagai seorang pemimpin, pengarah, dan pendamping, organisator harus dapat mengungkapkan gambaran  pencapaian yang telah diraih dan di bagian apa mereka telah gagal. Namun demikian, organisator juga harus mengembangkan kemampuan bagi setiap anggota grup agar mereka dapat melihat dan menilai sendiri prestasi dan kegagalan yang telah mereka lalui.
  9. Organisator yang baik memelihara kontrol , karena tanpa kontrol dan seorang pengontrol, dan bekerja keras secara berkelanjutan untuk mengembangkan sistem kontrol diri sendiri demi mencapai tujuan bersama.
  10. Oganisator membangun tanggung jawab sehingga tiap orang berinisiatif untuk menjaga mutu melalui optimalisasi usaha dalam memenuhi kewajibannya.
  11. Organisator mendelegasikan kewenangan kepada siswanya, memberikan ruang kepada siswa untuk menyelesaikan tugasnya melalui pengembangan inisiatif masing-masing individu sepanjang dapat menghasilkan produk yang terbaik.
  12. Organisator yang baik memantau perkembangan proses dan progres belajar sehingga berdasarkan itu guru melalukan perbaikan pelayanan belajar secara bekelanjutan.

Uraian di atas merupakan beberapa karakteristik operasional dari seorang organisator yang baik. Karakter seorang guru sebagai organisator pembelajaran. Prestasi pemimpin dinilai dari seberapa besar keunggulan bersama dapat diwujudkan. Kekuatannya terletak pada seberapa efektif mengarahkan, mendorong, membimbing, dan memotivasi siswa mengembangkan potensi dirinya melalui kerja sama tim untuk mencapai tujuan bersama.

sumber: (http://gurupembaharu.com/home/peran-guru-sebagai-organisator/)

Posting oleh Desi Eri K 2 tahun yang lalu - Dibaca 7786 kali

 
Tag : #peranguru #pembelajaranefektif #caramengajarguru

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Jum'at, 10/11/2017 18:27:46
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak

Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak Kamis, 09 Nov 2017 13:05 | editor : Dzikri Abdi...

Minggu, 28/10/2017 07:10:16
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha

JawaPos.com – JAPFA Foundation sejak 2015 berkelanjutan memfokuskan diri pada pembinaan Sekolah Menengah...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
5 tahun yang lalu - dibaca 19251 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
5 tahun yang lalu - dibaca 19438 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
5 tahun yang lalu - dibaca 21881 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
5 tahun yang lalu - dibaca 33479 kali
Info MBS
6. Manajemen Hubungan Sekolah dan...
5 tahun yang lalu - dibaca 4480 kali
4. Manajemen Sarana dan Prasarana...
5 tahun yang lalu - dibaca 28098 kali
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah
3. Manajemen Pendidik dan Tenaga...
5 tahun yang lalu - dibaca 39072 kali
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis...
4 tahun yang lalu - dibaca 31922 kali
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah
1. Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran...
5 tahun yang lalu - dibaca 24391 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2018 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.57 Mb - Loading : 7.17187 seconds