Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Penanaman Nilai Karakter Melalui Hidden Curriculum

Jum'at, 22/07/2016 09:39:40

Esai Pendidikan

Penanaman Nilai Karakter Melalui Hidden Curriculum

Penanaman Nilai Karakter Melalui Hidden Curriculum
 
 

Pamekasan (beritajatim.com) - "Interaksi anak dengan lingkungan dan orang-orang sekitar, akan membentuk karakter dan nilai. Dimana semua nilai yang terinternalisasi itu, nantinya akan menjadi sikap dasar dan prilaku anak dalam kehidupan sehari-hari," Heni Listiana, salah satu dosen STAIN Pamekasan.‎

Selain rumah, sekolah menjadi tempat utama dalam akulturasi anak untuk mengaktualisasikan diri. Sekaligus menjadi lingkungan terdekat dalam membentuk karakter dan menegakkan moral, sebab sekolah menerapkan aspek pedagogik, budaya maupun sosial.

Apalagi sepertiga waktu mereka setiap hari, digunakan dan dihabiskan di sekolah. Dengan durasi tersebut, jelas anak-anak memiliki kesempatan belajar mengekspresikan diri dengan cara yang lebih baik.

Kondisi ideal seperti itu tentu diharapkan berjalan optimal, khususnya peran tripusat pendidikan; rumah, sekolah dan masyarakat. Di rumah anak belajar konsep diri, di sekolah belajar konsep diri, sosial dan bernegara. Sementara di masyarakat, mereka juga bisa mengaktualisasikan konsep yang diperoleh sebelumnya.

Namun melihat kondisi proses pendidikan di sekolah yang kerap terjadi tindakan tidak sesuai dengan karakter dan moral anak. Seperti kasus pengolokan, kekerasan hingga pelecehan seksual. Sejumlah kasus tersebut tentunya dipicu banyak hal, tapi sekolah seharusnya mampu menjalankan tugas dan fungsi guna mengantisipasi tindakan menyimpang.

Tidak jarang kita dengar setiap musim ujian nasional berlangsung, cerita seputar prilaku 'contek massal' sudah dianggap umum sekalipun tidak lazim. Prilaku seperti itu jelas bertentangan dengan nilai moral, namun terus dilakukan hingga menjadi kemafhuman sekaligus pemanfaatan bersama.

Hal itu semakin memperparah kondisi karakter dan moral anak. Sebab jika melakukan pelanggaran karakter dan moral sudah dianggap biasa, jelas akan mengantarkan anak pada ambigo nilai dan karakter. Baik di rumah, sekolah dan masyarakat.

Pendidikan karakter melalui pendekatan sistematis dan terencana, tentunya lebih menekankan terhadap harga diri, tanggungjawab dan kejujuran. Di sisi lain juga bertujuan untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya baik sebagai warga negara, tetapi harus disertai kesempurnaan sebagai manusia yang memiliki etika, intelegensi, emosional dan spiritual.

Dari itu, sekolah perlu mengambil langkah strategis untuk mulai menerapkan pendidikan karakter. Selama ini pendidikan hanya terkesan berorientasi pada penyelesaian materi ajar semata, sementara nilai yang tercakup dalam pendidikan karakter akan efektif bila diberikan melalui kurikulum tersembunyi (hidden curriculum).

Padahal melalui kurikulum tersembunyi, dapat diimplementasikan berbagai kegiatan di dalam maupun di luar proses pembelajaran yang mengharuskan adanya interaksi, komunikasi, kebersamaan dan tanggungjawab.

Kurikulum tersembunyi terindikasi pada prilaku guru, staf administrasi maupun siswa di sekolah. Termasuk juga percakapan dan pendekatan siswa, pendidikan kooperatif dan kompetitif, kualitas iklim sekolah, penelitian atau proses pengajaran menghafal, pengajaran nilai-nilai staf, pembelajaran lingkungan.

Terdapat sejumlah aspek guna mengimplementasikan kurikulum tersembunyi di sekolah, sebab ini menunjukkan segala sesuatu yang dapat memberikan pengaruh demi berlangsungnya proses pendidikan di sekolah. Di antaranya praktik dan hasil pembelajaran yang tidak uraikan dalam kurikulum terprogram dan hanya melalui pentunjuk dan kebijaksanaan sekolah.

Kurikulum merupakan kegiatan atau pengalaman yang terjadi, karena adanya proses interaksi siswa dengan lingkungan selama proses pembelajaran. Hasil tersebut dapat diserap siswa, tentu saja tidak hanya berasal dan materi pelajaran. Tapi secara nyata dalam rencana pelajaran dan sumber belajar, juga harus didukung sistem dan strategi mengajar yang baik di lingkungan sekolah.

Hal ini seringkali tidak disadari oleh para pelaksana pendidikan di sekolah maupun oleh perencana pendidikan, arahnya tidak dapat diramalkan dengan pasti tergantung pada siswa secara individu. Juga pada pemahaman guru tentang materi pelajaran yang kadang-kadang sering di rubah, sehingga hal ini bisa jadi ke arah positif tetapi juga tidak menutup kemungkinan ke arah negatif.

Kurikulum tersembunyi ini sebagai upaya mendukung pencapaian tujuan pendidikan, efektifitas pendidikan karakter dapat terlihat dengan pola-pola interaksi yang keseharian yang dilakukan guru, staf dan siswa. Meliputi segala bentuk ucapan, sikap dan perilaku yang terjadi pada unsur-unsur di lingkungan sekolah terekam dan terinternalisasi menjadi kebenaran dan nilai dalam diri anak.

Dengan banyaknya waktu interaksi di sekolah, rencana serta pendekatan sistematis diharapkan anak dapat memiliki nilai-nilai karakter. Beberapa kondisi dan syarat pendukung kurikulum tersembunyi sekolah harus menyedikan kanal komunikasi dan interaksi yang menjamin semua orang di lingkungan sekolah adalah bagian penting, keberadaannya sangat dihargai.

Perilaku sederhana menerapkan nilai tanggungjawab, seperti guru datang sebelum waktu belajar karena tidak ada kebiasaan siswa menunggu kehadiran guru. Jika semua tenaga pendidik mampu menerapkan tanggungjawab itu, otomatis anak meyakini datang sebelum waktu belajar merupakan nilai yang harus dijadikan pedoman.

Dengan demikian, tanpa guru mengajarkan pengertian dan segala aspek tentang tanggungjawab dan perilaku guru lebih baik dalam proses pembelajaran. Tentu dibutuhkan kesepakatan perilaku dan tindakan seluruh orang terlibat sangat efektif guna menanamkan nilai-nilai karakter dan moral.


sumber: (http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/268196/penanaman_nilai_karakter_melalui_hidden_curriculum.html)

Posting oleh Desi Eri K 3 tahun yang lalu - Dibaca 8449 kali

 
Tag : #PenanamanKarakter #PendidikanKarakter #PentingnyaKarakter #HiddenCurriculum #PeranGuru #PeranWargaSekolah

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Jum'at, 19/10/2018 08:43:23
SISTEM PENGELOMPOKAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI

Abstract Abstract: The focus of this research is the base of students grouping, the type of studentsgrouping, the...

Jum'at, 05/10/2018 10:56:18
PENGARUH PEMBENTUKAN TIM DAN KEPEMIMPINAN SPIRITUAL TERHADAP MOTIVASI DIRI MAHASISWA

  Sultoni Sultoni Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembentukan tim dan...

7 Pilar MBS
MBS portal
7 Pilar MBS SD
Pilar 1 | Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah a. Konsep Dasar Manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah adalah pengaturan kurikulum dan pembelajaran yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum dan pembelajaran...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
6 tahun yang lalu - dibaca 23662 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
6 tahun yang lalu - dibaca 24044 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
6 tahun yang lalu - dibaca 27311 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
6 tahun yang lalu - dibaca 39654 kali
Info MBS
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas Awal
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas...
4 tahun yang lalu - dibaca 58374 kali
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
6 tahun yang lalu - dibaca 37520 kali
Panduan Advokasi dan Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan, Anggaran, Supervisi dan Monitoring Program MBS
Panduan Advokasi dan Lokakarya...
6 tahun yang lalu - dibaca 19368 kali
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah dan Masyarakat
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 16399 kali
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
4 tahun yang lalu - dibaca 36721 kali
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
4 tahun yang lalu - dibaca 37741 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
6 tahun yang lalu - dibaca 33252 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
6 tahun yang lalu - dibaca 42165 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2019 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.57 Mb - Loading : 3.22024 seconds