Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Semiloka Tim Pengembang Bimtek MBS Tingkat Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau

Kamis, 01/10/2015 10:13:36

21kepualaun riua.jpg

Provinsi Kepulauan Riau mengadakan kegiatan terkait dengan MBS, menurut Ketua Tim Fasilitator Pembina Bimtek MBS Propinsi Kepulauan Riau, Januar, S.Pd, Tujuan semiloka Tim Pengembang Bimtek adalah meningkatkan kemampuan dan menyamakan presepsi pemahaman serta menguasai bahan, materi, strategi dan pendekatan tentang MBS Tingkat Kabupaten/Kota terhadap pelaksanaan Bimtek Manajemen Berbasis Sekolah di tingkat Kecamatan, sehingga diharapkan siap untuk melakukan fasilitasi kegiatan Bimtek MBS dengan baik dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Saat ini di Kepri, meskipun MBS sudah lama dikembangkan, pelaksanaannya kurang sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan belum terlaksananya pola pengembangan MBS secara sistematis, terpadu dan berkelanjutan, serta pemahaman pembuat keputusan dan pelaksana (kepala sekolah) daerah yang masih beragam. Data Kementerian Pendidikan Nasional menunjukkan bahwa pada tahun 2009 Sekolah Dasar (SD) yang menerapkan MBS relatif baik baru mencapai 50%. Data ini mengindikasikan bahwa ada 50% SD lagi masih memerlukan upaya pembinaan secara sistematis, terprogram, dan berkesinambungan. Untuk mendukung perluasan SD yang dapat melaksanakan MBS yang baik, maka perlu di laksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Tim Pengembang Bimtek MBS Tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil kegiatan ini diharapkan yaitu peserta bimtek: (1) Meningkatnya pemahaman tentang konsep dan strategi implementasi MBS secara komprehensif dan sharing pengalaman bagi tim pengembang MBS tingkat Kabupaten sehingga MBS dapat diterapkan di SD dengan baik; (2) Teridentifikasinya dokumen administrasi dalam MBS dan menyusun pedoman praktis kegiatan sekolah; (3) Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut (RTL) pelaksanaan MBS tingkat Kab/kota; (4) Memiliki keterampilan memandu bimtek MBS dan melakukan pendampingan di tingkat kab/kota; dan (5) Materi bimtek yang sudah final sebagai bahan pembinaan selanjutnya.

Kegiatan ini diikuti utusan dari masing masing Kabupaten Kota sebanyak 3 orang Pengawas Sekolah Dasar dari Kecamatan yang berbeda , jumlah seluruhnya 21 orang. Strategi yang digunakan proses Bimtek bersifat aktif, partisipatif dan demokratis. Para peserta dikondisikan aktif dan partisifatif dalam kegiatan. Nara sumber bertindak sebagai fasilitator bukan instruktur dan memandang peserta sebagai salah satu sumber dalam Bimbingan Teknis. Peserta banyak dilibatkan dalam diskusi dalam pengambilan kesimpulan. Kegiatan Bimbingan Teknis ini menggunakan metode ceramah, paparan, diskusi, penugasan, kajian, presentasi, dan kerja kelompok. Orientasi utama dalam Bimtek adalah, peningkatan kemampuan dan ketrapilan peserta dalam menjai fasilitator yang kelak akan dapat fasilitasi di kabupaten dan mendorong sekolah untuk melaksanakan MBS di sekolah. Oleh karena itu, kegiatan Bimtek lebih banyak berorientasi kepada apa yang akan terjadi di sekolah, dan semua itu dilatihkan dan dikembangkan selama bimtek, bukan diceramahkan saja.

Hasil yang dicapai yaitu telah dilaksanakan kunjungan ke SDN di Kota Tanjungpinang sebanyak 2 SDN, membuat program kerja masing-masing komponen MBS, perpaduan antara 7 komponen MBS dengan 8 SNP, dan setiap Kabupaten/Kota telah membuat rencana tindak lanjut (RTL) untuk Bimtek MBS di setiap Kabupaten/Kota.

Posting oleh Teguh Triwiyanto 4 tahun yang lalu - Dibaca 30217 kali

 
Tag : #SEMI LOKA TIM PENGEMBANG BIMTEK MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH # PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Selasa, 19/02/2019 15:48:33
Pendidikan Karakter Menjadi Salah Satu Solusi

JAKARTA - Perilaku buruk siswa yang berani menantang guru dinilai sebagai salah satu bentuk kegagalan sistem pendidikan...

Rabu, 06/02/2019 13:18:05
Kemendikbud dan BNPB Susun Modul Pendidikan Kebencanaan

Liputan6.com, Malang - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menyebutkan, sudah ada modul pendidikan...

7 Pilar MBS
Contoh Pilar
Redaksi : Keterangan 
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
6 tahun yang lalu - dibaca 25134 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
6 tahun yang lalu - dibaca 25373 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
6 tahun yang lalu - dibaca 28904 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
6 tahun yang lalu - dibaca 41227 kali
Info MBS
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama Temukan Solusi  Atas Masalah Pendidikan
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama...
4 tahun yang lalu - dibaca 10967 kali
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP Berbasis Pendidikan Karakter
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP...
4 tahun yang lalu - dibaca 20850 kali
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan Kita
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan...
4 tahun yang lalu - dibaca 22204 kali
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan MBS
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan...
4 tahun yang lalu - dibaca 25635 kali
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua Bersinergi Wujudkan Lingkungan Anti Kekerasan Anak
Kemendikbud Ajak Guru dan Orang Tua...
4 tahun yang lalu - dibaca 18508 kali
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good Governance
Kota Probolinggo Siap Terapkan Good...
4 tahun yang lalu - dibaca 28482 kali
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan...
4 tahun yang lalu - dibaca 28611 kali
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
Membuat Program Kerja Sekolah Yang Baik
4 tahun yang lalu - dibaca 35811 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2020 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.55 Mb - Loading : 4.75166 seconds