Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Peran Pemimpin Sekolah Dalam MBS

Kamis, 20/08/2015 09:17:36

08leadershippp2.jpg

Dalam konteks persekolahan, Ubben, Hughes and Norris (2004: 5-7) menyatakan bahwa ”the principal: the leader within the role: (1) developing leadership artistry, (2) clarifying values, (3) leadership as philosophy in action, (4)  espoused values and values in use, and (5) leadership from a values perspective. Secara bebas dapat diterjemahkan bahwa kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang berperan memimpin dalam:
·    mengembangkan seni kepemimpinan,
·    mengklarifikasi nilai-nilai,
·    menerapkan filsafat,
·    menyaring nilai-nilai yang digunakan dan tidak digunakan,
·    menjelaskan cara pandang terhadap nilai-nilai tertentu.

Gordon (1990) menyebut bahwa seorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peran pengambil keputusan (decision making)
v    Peran pertama (interpersonal) meliputi :
·    peran figurehead: simbol dari organisasi;
·    leader: berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya;
·    liaison: menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi.
v    Peran k edua (pengolah informasi) terdiri dari 3 peran juga yakni:
·    monitior: memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan;
·    disseminator: menyampaikan informasi, nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan;
·    spokeman: juru bicara atau memberikan informasi kepada orang – orang di luar organisasinya.
v    Peran ke tiga (pengambil keputusan) terdiri dari 4 peran yaitu :
·    enterpreneur: mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi;
·    disturbance handler: mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun;
·    resources allocator: mengawasi alokasi sumber daya manusia, materi, uang dan waktu dengan melakukan penjadwalan, memprogram tugas – tugas bawahan, dan mengesahkan setiap keputusan;
·    negotiator: melakukan perundingan dan tawar – menawar.

Tiga peran utama pemimpin pendidikan menurut Lunenberg and Orstein (2000) yaitu dalam bidang  kepemimpinan,  managerial,  dan  kurikulum-pengajaran.  Peran kepemimpinan kepala sekolah meliputi: pertama, sebagai kunci dalam membentuk kultur sekolah, dan  memiliki  dedikasi untuk  peningkatan  sekolah  dan   pengajaran, moril tinggi, kepedulian, dan memiliki komitmen. Ke dua, kepala sekolah harus dapat menjalin hubungan dengan  kelompok,  internal  dan  eksternal sekolah, seperti pengawas  dan  pengelola  pendidikan  pusat,   dewan  sekolah,  teman sejawat, orang tua, masyarakat sekitar, guru, siswa, dan kelompok eksternal seperti profesor,  konsultan,  badan  akreditasi,  dan  sebagainya.  Kepala  sekolah yang  efektif  perlu  percaya  pada  kemampuan   diri   dan   mampu   mensinergikan persepsi,  harapan,  maupun  kemampuan  berbagai   kelompok   tersebut   dapat   memberi dukungan terhadap kemajuan sekolah.

Peran manajerial kepala sekolah meliputi: (1) terkait teknis   (technical), mencakup teknik proses manajemen  (perencanaan,  pengaturan,  koordinasi,  pengawasan, dan   pengendalian); (2) terkait manusia   (human),   ketrampilan    hubungan    antar    manusia, memotivasi dan membangun moral, (3) konseptual (conceptual), menekankan pengetahuan dan teknis terkait jasa (atau  produk)  tentang  organisasi.  Sergiovanni  menambahkan  dua area lain  manajemen  untuk  pengurus  sekolah,  yaitu  kepemimpinan  simbolis  (symbolic leadership), tindakan kepala sekolah memberi teladan (model) kepada warga  sekolah,  dan kepemimpinan budaya  (cultural  leadership),  bahwa  kepercayaan  dan  nilai-nilai  kepala sekolah  merupakan  unsur  penting.  Fullan  dan  Sarason   menambahkan   suatu   dimensi manajemen sekolah  yaitu  kepala  sekolah  sebagai  agen  perubahan  (change  agent)  dan fasilitator.

Peran kepala sekolah terkait kurikulum-pengajaran. Bidang  kurikulum-pengajaran  hendaknya  menjadi  prioritas  kerja  utama  kepala  sekolah sehingga dapat  meningkatan  mutu  pendidikan  di  sekolahnya.  Murphy  mengembangkan  enam peran  kepala   sekolah   dibidang   kurikulum   dan   pengajaran,   yaitu:   (1)   menjamin   kualitas pengajaran, (2) mengawasi dan mengevaluasi pengajaran, (3) mengalokasi dan melindungi  waktu pengajaran, (4) mengkoordinir kurikulum, (5) memastikan isi matapelajaran tersampaikan, dan (6) monitoring kemajuan siswa. Menurut Murphy, enam peran tersebut menggambarkan suatu contoh kepala sekolah efektif.

Posting oleh Teguh Triwiyanto 4 tahun yang lalu - Dibaca 23214 kali

 
Tag : #peran pemimpin sekolash # efektif # mbs

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Minggu, 20/07/2019 16:26:18
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA DAN LINGKUNAN SEKOLAH

Abstract: This study aims to describe: 1) values of culture-based character education and school environment; 2)...

Rabu, 10/07/2019 16:38:48
SUPERVISI PEMBELAJARAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN

Abstract Abstract: This study aims to gain an in-depth study of the supervision carried out by the headmaster....

7 Pilar MBS
MBS portal
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen peserta didik berbasis sekolah adalah pengaturan peserta didik yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan peserta didik di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah   A n s a r Universitas Negeri Gorontalo   Abstrac: School Based Management (SBM) is a gift of freedom (autonomy) to the school to take care of everything related to the operation of the school in order to achieve goals...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas Awal
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas...
4 tahun yang lalu - dibaca 58352 kali
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
6 tahun yang lalu - dibaca 37498 kali
Panduan Advokasi dan Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan, Anggaran, Supervisi dan Monitoring Program MBS
Panduan Advokasi dan Lokakarya...
6 tahun yang lalu - dibaca 19357 kali
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah dan Masyarakat
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 16387 kali
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
4 tahun yang lalu - dibaca 36706 kali
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
4 tahun yang lalu - dibaca 37721 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
6 tahun yang lalu - dibaca 33241 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
6 tahun yang lalu - dibaca 42157 kali
Info MBS
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
2 tahun yang lalu - dibaca 6137 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
2 tahun yang lalu - dibaca 5969 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
2 tahun yang lalu - dibaca 6056 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
2 tahun yang lalu - dibaca 5561 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
2 tahun yang lalu - dibaca 5626 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
2 tahun yang lalu - dibaca 5945 kali
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
2 tahun yang lalu - dibaca 5746 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
2 tahun yang lalu - dibaca 6479 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2019 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.55 Mb - Loading : 3.81382 seconds