Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Wawancara dengan Mendikbud Terkait Kurikulum 2013

Jum'at, 28/02/2014 13:10:19

 

33Pendidikan untuk Masa Depan.jpg

Pertanyaan : Bagaimana pengembangan Kurikulum 2013 ini?

Mendikbud : Pengembangan kurikulum ini sudah ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Artinya apa? Kalau ada suatu dokumen RPJMN 2010-2014, ini artinya disusun tahun 2009, berarti 2009 sudah dievaluasi, 2010-2014 harus ada penataan kurikulum. Ini perintah RPJMN.

Dari sisi arah, sangat-sangat jelas. Arahnya adalah peningkatan kompetensi yang seimbang antara sikap (attitude), ketrampilan

(skill), dan pengetahuan (knowledge). Tiga ini harus dimiliki. Yang dirisaukan orang bahwa anak-anak kita hanya memiliki kognitif saja, ini yang kita jawab. Kompetensi nantinya bukan urusan kognitif saja namun ada sikap, dan ketrampilan. Kompetensi ini didukung 4 pilar yaitu : produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Meskipun inovatif ini gabungan sifat produktif dan kreatif, namun kita taruh berdiri sendiri saja. Kalau seseorang produktif dan kreatif, tidak serta merta menjadi inovatif, tapi inovatif ini hanya bisa dibentuk kalau ada dua hal tersebut. Kalau ada beras ada ikan belum tentu otomatis bisa dimakan,tapi kalau tidak ada beras tidak ada ikan otomatis tidak ada yang bisa dimakan. Syaratnya ada beras, ada ikan.

Tentang afektif ini, kita ini rindu dengan kekuatan-kekuatan moralitas, sentuhan seni. Tentu saja dibingkai dengan ke-Indonesia-an.

Ini sesuatu yang baru, uji publik kurikulum. Sebelumnya tidak pernah ada uji publik. Jadi ini kita lempar ke publik. Tujuannya apa? pertama supaya publik tahu akan ada kurikulum baru, kedua publik dapat berpartisipasi sehingga ada rasa memiliki atau sense of belonging. Dalam partisipasi ini siapa saja boleh memberi pandangan. Oleh karena itu paling gampang kita masukkan dalam web kita http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id.

Apakah yang disentuh cuma mata pelajaran? Tentu saja tidak. Kalau kita bicara kurikulum, kita harus bicara 4 hal, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Proses ini berarti metodologi, atau pendekatan. Itu kurikulum keempat-empatnya, mata pelajaran hanya satu aspek saja, termasuk buku cuma satu aspek saja.

Yang pertama kita garap dalam penyusunan kurikulum adalah kompentensi apa yang akan kita capai. Anak kelas I SD diharapkan bisa apa, kelas V bisa apa, itu yang pertama ditentukan. Untuk ke situ apa yang harus dilakukan? Setelah kompetensi ditentukan, prosesnya harus ditentukan. Setelah itu cara evaluasinya harus ada, apakah sudah tercapai atau belum. Jadi perlu standar penilaian. Jadi mata pelajaran itu sesuatu yang kecil saja, suatu akibat saja.

Apa bedanya kurikulum yang dulu dengan yang sekarang? Kurikulum yang lama pun ada standar kompetensi, ada isinya, proses, dan penilaian. Dari situ kita review semua, sejak 2011 sudah kita review. Ketika ramai-ramainya PPKN, kita pelajari semua. Pendekatannya kita ubah. Kalau dulu mata pelajaran dulu ditetapkan, baru kompetensinya, sekarang kita ubah, kompetensinya dulu ditetapkan, baru menyusul mata pelajarannya.

Pendekatannya adalah scientific-approach, atau pendekatan ilmiah.

Pertanyaan : Mengapa kurikulum harus berubah?

Mendikbud : Yang paling mendasar, adik-adik kita didik ini untuk apa? Yang paling utama kan untuk mereka sendiri, yang nantinya akan kembali untuk keluarga,  bangsa, dan negara. Kapan itu? kalau anak sekolah sekarang, itu bukan untuk sekarang. Agar mereka bisa hidup untuk nanti. Jaman itu nanti berubah, jadi harus dimulai dari sekarang. Kalau kita tidak

berubah kita akan menghasilkan generasi yang usang. Generasi yang akan menjadi beban, dan juga tidak terserap di dunia kerja.

Pertanyaan : Bagaimana tentang anggapan ganti menteri ganti kurikulum?

Mendikbud : Saya dihadapkan pada 2 pilihan: Apakah mempertahankan tidak usah ganti kurikulum biar ga dibilang ganti menteri ganti kurikulum, atau kedua tidak apa-apa ganti kurikulum asal ada landasan. Saya memilih yang kedua, ganti kurikulum nggak apa-apa asal punya pijakan. Kalau ini dilakukan, saya yakin kurikulum ini tidak akan berubah dalam 4 atau 5 tahun.

Kembali ke 4 pilar di atas, penelitian menunjukkan bahwa kreativitas bisa dibangun melalui pendidikan. Penelitian ini masih relatif baru, tahun 2011. Penelitian ini menunjukkan 2/3 kreatifitas diperoleh melalui pendidikan, sedangkan 1/3 karena genetik.

Bagaimana menumbuhkan kreatifitas? Anak-anak kita ajari mengamati. Manfaatkan indrawi untuk melihat fenomena. Tidak hanya mengamati, tetapi kita dorong untuk bertanya. Tidak hanya bertanya, tetapi harus sampai ke menalar. Dan nanti sampai ke mencoba, sampai ke eksperimen.

Makanya prosesnya kita ubah. Karena prosesnya berubah, makanya jam pelajarannya bertambah.

Obyek pembelajarannya adalah fenomena alam, fenomena sosial, fenomena budaya. Belajar apa saja, obyeknya pasti tiga hal tersebut. Pendekatannya kita gunakan tematik-integratif.

Anak-anak kecil itu kan belum bisa berfikir spesialis. Karena spesialis itu memerlukan basic yang kuat, makanya dari awal anak-anak kita ajari berfikir utuh. Generik, tapi generik-nya kita perkuat. Tidak pelajaran-pelajaran satu-satu. Tidak boleh anak-anak kecil itu kita ajari spesialis.  (NW)

 

Sumber: Kemdikbud

Posting oleh Teguh Triwiyanto 5 tahun yang lalu - Dibaca 42425 kali

 
Tag : #Kurikulum 2013 # Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Selasa, 26/06/2018 16:55:25
MANAJEMEN PARENTING DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN ORANGTUA

Abstract Abstract: The purpose of this research is to know the implementation of parentingmanagement to improve...

Minggu, 16/06/2018 19:09:00
HAMBATAN IMPLEMENTASI PROGRAM KERJA KOMITE SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT

Abstract Tujuan penelitian untuk mengetahui hambatan implementasi program kerja komite sekolah untuk meningkatkan...

7 Pilar MBS
4. Manajemen Sarana dan Prasarana Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah adalah pengaturan sarana dan prasarana yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan sarana dan prasarana di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi...
Informasi Terbaru
Penelitian
Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kemampuan Mengajar Guru dan Inovasi Pendidikan pada SMA Negeri se-Malang Raya
Raden Bambang Sumarsono rbamsum@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang Nomor 5 Malang 65145   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri Se-Malang Raya, 2) mendeskripsikan kemampuan mengajar guru SMA Negeri...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Better Teaching Learning 3 TOT Provinsi...
5 tahun yang lalu - dibaca 19977 kali
TIK sebagai Kecakapan Hidup
TIK sebagai Kecakapan Hidup
5 tahun yang lalu - dibaca 20236 kali
Lembar Presentasi Fasilitator
5 tahun yang lalu - dibaca 22848 kali
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
Modul Pelatihan Pengawas Sekolah
5 tahun yang lalu - dibaca 34604 kali
Info MBS
Galang Program Orang Tua Mengajar
Galang Program Orang Tua Mengajar
2 tahun yang lalu - dibaca 6124 kali
Mendikbud Mengajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Budaya Indonesia
Mendikbud Mengajak Masyarakat Menjaga...
2 tahun yang lalu - dibaca 4937 kali
Plt. Gubsu: MBS Kunci Pengembangan Sekolah
Plt. Gubsu: MBS Kunci Pengembangan...
3 tahun yang lalu - dibaca 7015 kali
Workshop Pengembangan Desain dan Struktur eLearning RC MBS, 25-27 Januari 2016, Sol Marina BSD - Tangerang
Workshop Pengembangan Desain dan...
3 tahun yang lalu - dibaca 6663 kali
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama Temukan Solusi  Atas Masalah Pendidikan
Kemendikbud Ajak PGRI Bersama-sama...
3 tahun yang lalu - dibaca 7451 kali
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP Berbasis Pendidikan Karakter
Dikbud Maluku Gelar Bimtek MBS Dan PMP...
3 tahun yang lalu - dibaca 15669 kali
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan Kita
Didik Prangbakat: Guru MBS Meningggakan...
3 tahun yang lalu - dibaca 18390 kali
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan MBS
Workshop Tim Pengembang Bimtek EDS dan...
3 tahun yang lalu - dibaca 20394 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2018 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.55 Mb - Loading : 7.10428 seconds