Follow Us Email Facebook Google LinkedIn Twitter

Pengawasan Layanan Khusus Bimbingan Konseling Berbasis Sekolah

Minggu, 27/06/2015 12:00:00
48images3.jpg
Pengawasan (controlling) adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun. Dalam pengawasan biasanya disertai dengan evaluasi, evaluasi ini merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilan dari perencanaan yang telah disusun. Suatu pengawasan sangat penting dilakukan dalam setiap kegiatan karena tanpa adanya pengawasan yang baik akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasi maupun bagi para pekerjanya. Hasil yang kurang memuaskan ini dikarenakan tidak adanya pengukuran atau penilaian dalam pelaksanaan untuk mengetahui keberhasilan suatu perencanaan, sehingga tidak mengetahui hal apa saja yang perlu untuk dilakukan perbaikan.

Tujuan dilakukannya pengawasan: (a) Untuk mengetahui apakah sesuatu kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang digariskan; (b) Untuk mengetahui apakah segala sesuatu dilaksanakan dengan instruksi serta asas-asas yang telah ditentukan; (c) Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan, kelemahan-kelemahan dalam bekerja; (d) Untuk mengetahui apakah kegiatan berjalan efisien.; dan (e) Untuk mencari jalan keluar, bila ternyata dijumpai kesulitan-kesulitan dan kegagalan ke arah perbaikan.
 
Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna. Bimbingan di sekolah dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada murid, dengan memperhatikan murid itu sebagai individu dan makhluk sosial serta memperhatikan adanya perbedaan-perbedaan individu, agar murid itu dapat membuat tahap maju seoptimal mungkin dalam proses perkembangannya dan agar ia dapat menolong dirinya menganalisa dan memecahkan masalah-masalahnya. Bimbingan dan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media: internet, atau telepon) dalam rangka membantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya.

Bimbingan dan konseling berbasis sekolah merupakan salah satu komponen penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang keberadaannya sangat dibutuhkan, khususnya untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Layanan bimbingan dan konseling berbasis sekolah merupakan pengkoordinasian layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah melalui sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan sekolah dalam kerangka pendidikan sekolah, dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan (partisipatif).

Dalam layanan bimbingan dan konseling berbasis sekolah ini yang bertugas sebagai konselor adalah guru yang secara profesional menguasai tentang bimbingan dan konseling dan diberi kewenangan oleh kepala sekolah untuk menangani bimbingan dan konseling di sekolah. Guru bimbingan dan konseling memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah.

Menurut Sudrajat (2009) tugas guru bimbingan dan konseling berbasis sekolah yaitu membantu peserta didik dalam: (a) Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat; (b) Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat; (c) Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri; dan (d) Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
 
Pengawasan dalam layanan bimbingan konseling berbasis sekolah sangat penting karena dengan pengamatan pada setiap pelaksanaan layanan dan pengukuran atau penilaian dapat diketahui tingkat keberhasilan pelaksanaan perencanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pengawas yang secara langsung mengawasi layanan bimbingan dan konseling berbasis sekolah adalah kepala sekolah, dengan tugas pokok mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling dan pembinaan terhadap guru pembimbing melalui pemberian arahan, bimbingan, contoh, dan saran kepada guru pembimbing untuk meningkatkan mutu pelaksaan bimbingan dan konseling di sekolah. Dengan adanya pengawasan dalam layanan bimbingan dan konseling berbasis sekolah ini, pelaksanaan bimbingan akan terkontrol dan terkendali karena dengan pengawasan dapat diketahui ketidaktepatan pada pelaksanaan, dengan demikian dapat segera dilakukan perbaikan atau tindak lanjut agar layanan bimbingan lebih efektif dan efisien.

Rujukan
Sudrajat, Akhmad. 2009. Tugas Guru BK dan Pengawasan BK. Online (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/11/15/tugas-guru-bk-dan-pengawas-bk/) , diakses 17 Desember 2013

Posting oleh Fadilla Weka Yuningsih 4 tahun yang lalu - Dibaca 18739 kali

 
Tag : #Pengawasan MBS # MBS # Layanan Khusus

Berikan Komentar Anda

Artikel Pilihan
Bacaan Lainnya
Selasa, 14/05/2019 13:17:53
Memahami "Penderitaan" Siswa di Kelas

Wilson Bhara WatuJakarta - Seorang teman yang bekerja sebagai dosen muda di salah satu perguruan tinggi swasta pernah...

Senin, 29/04/2019 07:07:45
Fungsi Kurikulum untuk Kepentingan Pendidikan dan Penjalasannya yang Wajib Diketahui

 Fungsi kurikulum bisa dikelompokkan ke dalam beberapa grup tergantung kepada pihak yang menerimanya. Hal ini...

7 Pilar MBS
MBS portal
2. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah
a. Konsep DasarManajemen peserta didik berbasis sekolah adalah pengaturan peserta didik yang meliputi kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan peserta didik di sekolah, dengan berpedoman pada prinsip-prinsip implementasi manajemen berbasis...
Informasi Terbaru
Penelitian
MBS portal
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kerangka Penguatan Otonomi Sekolah   A n s a r Universitas Negeri Gorontalo   Abstrac: School Based Management (SBM) is a gift of freedom (autonomy) to the school to take care of everything related to the operation of the school in order to achieve goals...
Modul dan Pedoman
Video MBS
Modul MBS
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas Awal
Modul Pelatihan Praktik Yang Baik Kelas...
4 tahun yang lalu - dibaca 56139 kali
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
Contoh Sukses Pelaksanaan MBS
6 tahun yang lalu - dibaca 35751 kali
Panduan Advokasi dan Lokakarya Penyusunan Rencana Kegiatan, Anggaran, Supervisi dan Monitoring Program MBS
Panduan Advokasi dan Lokakarya...
6 tahun yang lalu - dibaca 18308 kali
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah dan Masyarakat
Paket Pelatihan Lanjutan untuk Sekolah...
6 tahun yang lalu - dibaca 15387 kali
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan
4 tahun yang lalu - dibaca 34817 kali
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
Panduan Pembelajaran Kelas Rangkap
4 tahun yang lalu - dibaca 35938 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
Asyik Belajar dengan PAKEM : Kelas Awal
6 tahun yang lalu - dibaca 31838 kali
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
Asyik Belajar dengan PAKEM : IPS
6 tahun yang lalu - dibaca 40603 kali
Info MBS
Berdayakan SMK, Mendikbud Siapkan...
1 tahun yang lalu - dibaca 4420 kali
Generasi Milenial Jangan Takut Bereksperimen
Generasi Milenial Jangan Takut...
1 tahun yang lalu - dibaca 4588 kali
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan Kerja dan Pemagangan
Kemnaker Terus Perkuat Mutu Pelatihan...
1 tahun yang lalu - dibaca 4621 kali
Saling Adu Kecepatan Robot
2 tahun yang lalu - dibaca 4419 kali
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
Guru SD Diajak Aktf Menulis Karya Ilmiah
2 tahun yang lalu - dibaca 4532 kali
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
Budaya Literasi dan Karater Mulai Nampak
2 tahun yang lalu - dibaca 4748 kali
Jembatani Kompetensi Siswa dengan Kebutuhan Pelaku Dunia Usaha
Jembatani Kompetensi Siswa dengan...
2 tahun yang lalu - dibaca 4584 kali
Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal
Pendidikan Informal untuk Penguatan...
2 tahun yang lalu - dibaca 5066 kali
Follow Us :
Get it on Google Play

©2013-2019 Manajemen Berbasis Sekolah
MUsage: 3.59 Mb - Loading : 5.56922 seconds